Surat Nabi Muhammad saw untuk Kaisar Heraclius
"بسم الله الرحمن الرحيم
من محمد رسول الله إلى هرقل عظيم
الروم
سلام على من اتبع الهدى
أما بعد : فإني أدعوك بدعاية الإسلام.
أسلم تسلم، وأسلم يؤتك الله أجرك مرتين، فإن توليت فعليك إثم الأريسيين، ويا أهل
الكتاب تعالوا إلى كلمة سوآء بيننا وبينكم، أن لا نعبد إلا الله ولا نشرك به شيئا،
ولا يتخذ بعضنا بعضا أربابا من دون الله ، فإن تولوا فقولوا اشهدوا بأنا
مسلمون."
“Bismillaahir rahmaanir rahiim.
Min Muhammadin Rasuulillaahi ilaa Hiraqla ‘adhiimir Ruumi.
Salaamun ‘alaa manit taba’al hudaa.
Min Muhammadin Rasuulillaahi ilaa Hiraqla ‘adhiimir Ruumi.
Salaamun ‘alaa manit taba’al hudaa.
Amma
ba’du: Fa innii ad’uuka bidi’aayatil Islaami. Aslim taslam, wa aslim
yu’tikalloohu ajroka marroitaini, fain tawallaita fa’alaika itsmul ariisiyyiina,
wa yaa ahlal kitaabi ta’aalau ilaa kalimatin sawaai bainanaa wa bainakum, an laa
na’buda illallooha walaa nusyrika bihii syai’an, walaa yattakhidza ba’dhunaa
ba’dhon arbaaban min duunillaahi, fa in tawallau fa quulusyhaduu biannaa
muslimuun.”
Artinya:
Bismillaahir
Rahmaanir Rahiem
Dari Muhammad utusan Allah Kepada Heraclius pembesar orang Romawi.
Salam sejahtera semoga dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk Allah.
Dari Muhammad utusan Allah Kepada Heraclius pembesar orang Romawi.
Salam sejahtera semoga dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk Allah.
Setelah ucapan ini, maka sesungguhnya saya mengajak Anda dengan ajakan Islam.
Masuklah Anda ke dalam agama Islam, maka Anda akan selamat, dan Allah akan
memberikan pahala dua kali kepada Anda. Apabila Anda menolak, maka Anda akan
menanggung dosa-dosa orang-orang (penganut) Arisiyyin/ Arianisme (ajaran Arius,
uskup Iskandariyah 256-336M, pen).
Wahai Ahli Kitab, marilah (berpegang) dalam satu kalimat (ketetapn)
yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah
kecuali Allah, dan tidak kita persekutukan dia dengan sesuatu pun, dan tidak
(pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah.
Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami
adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (Al-Bukhari IV/57 dan Muslim ii/ 90-91, alenia terakhir adalah bagian
ayat 64 Surat Ali ‘Imran).
Dalam surat itu Nabi Muhammad saw menegaskan, Apabila Anda menolak, maka Anda
akan menanggung dosa-dosa orang-orang arisiyyin (penganut) Arianisme (ajaran
Arius, uskup Iskandariyah 256-336M, pen). Perlu diketahui Arianisme adalah
ajaran Arius (256-336M), seorang ahli ilmu agama bangsa Libia, Uskup di
Iskandariah, mengajarkan bahwa sebelum penciptaan umum, Tuhan telah menciptakan
dan melahirkan seorang putera, makhluk yang pertama, tetapi tidak abadi dan
tidak sama dengan Sang Rama (Ensiklopedi Umum, hal. 79). Kepercayaan itu menurut
Islam jelas syirik, orangnya disebut musyrik, suatu dosa yang paling besar
karena menyekutukan Allah SWT.
Bagaimana bisa dikatakan bahwa orang-orang ahli kitab sekarang pun akan masuk
surga nantinya seperti yang didakwakan oleh sebagian ahli tasykik,
padahal Nabi Muhammad saw menyurati Kaisar Heraclius sejelas itu? Kalau
Heraclius yang Nasrnai itu tidak mau masuk Islam, maka akan menanggung dosa
orang-orang Arianisme, yaitu kepercayaan yang menurut Islam adalah musyrik. Dan
karena Nasrani itu termasuk ahli kitab, maka masih ditawari pula untuk
menjalankan yang sama dengan Islam:
Wahai Ahli Kitab, marilah (berpegang) dalam satu kalimat (ketetapn) yang
tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali
Allah, dan tidak kita persekutukan dia dengan sesuatu pun, dan tidak (pula)
sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah. Jika
mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami aadalah
orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”
Ajakan
itupun kalau diikuti, berarti mengikuti ajakan Nabi Muhammad saw yakni
mempercayai Nabi terakhir yang mengajak Kaisar kepada kalimatun sawaa’ (kalimat
yang sama) itu. Dan risikonya, kalau ajakan itu diikuti, berarti ambruklah
sistem kepasturan dan kerahiban di dalam tatacara ahli kitab. Dengan ambruknya
sistem kependetaan, kepasturan, dan kerahiban itu hapus pula segala sabda-sabda
dalam kitab-kitab maupun aturan-aturan yang mereka bikin-bikin. Yang ada justru
ajaran murni di antaranya adalah khabar tentang akan adanya utusan Allah yang
bernama Ahmad yaitu Muhammad saw. Dari sini tidak bisa mengelak lagi kecuali
mengikuti ajaran Nabi Muhammad saw alias masuk Islam.[15]
Maka
ajakan kepada Kaisar heraclius yang Nasrani itu ada persamaan dengan ajakan
kepada Kisra di Parsi di samping ada perbedaannya secara prinsip.
Tasawuf, Pluralisme, & Pemurtadan.
- H Hartono Ahmad Jaiz -
Kunjungi juga:
Komentar
Posting Komentar