Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Banjir

MENJELANG akhir tahun 1993 pada permukaan bola dunia (globe) di mana-mana banjir. Betapa tak berdayanya kebudayaan manusia dengan teknologinya yang canggih itu terhadap banjir. Sungai melimpah, bendungan bobol, air menerjang tanpa ampun mendera bangunan bergelimpangan, menyapu menggenangi daerah Sejauh mata memandang. Pupuslah sudah jerih payah para pemikir, para perencana dan para pelaksana pembangunan, yang diupayakan bertahun tahun sebelumnya. Bangunan-bangunan itu telah remuk berserakan secara acak menjadi puing puing, bungkahan, serpihan dan sampah. Itu baru banjir, belum lagi kekeringan yang menghanguskan, belum lagi gempa yang merontokkan, belum lagi angin ribut, topan, angin puting beliung yang mengobrak, menerbangkan, memuntir. Mengapa jauh-jauh sebelumnya para pemikir dan para perencana itu tidak mengumpul data sebanyak-banyaknya supaya dapat mengantisipasi dan mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi banjir itu? Ilmu Pengetahuan tentang cuaca yang datanya hanya seba...

Israil, Baniy Israil dan Israiliyat

Israil adalah nama lain dari Nabi Ya'qub 'Alayhissalam (AS), anak dari Nabi Ishaq AS, anak dari Nabi Ibrahim AS. Baniy Israil adalah puak etnis keturunan Israil. Israiliyat adalah cerita-cerita produk budaya dari kalangan puak etnis ini, karangan, imajinasi yang bersumber dari akar historis. Israiliyat ini perlu dibedakan dengan sumber yang nonhistoris. Yaitu wahyu yang diturunkan Allah SWT yang diterima oleh para nabi dari Baniy Israil dalam wujud secara verbal yang diucapkan oleh para nabi itu. Dalam bentuk tertulis secara otentik menjadi salah satu dari rukun iman yang enam, yaitu beriman kepada wa maa unzila min qablika, beriman kepada Kitab-kitab yang diturunkan sebelum engkau (hai Muhammad), (S.Al Baqarah 2:4). Para pakar sejarah yang tidak percaya wahyu, atau sekurang-kurangnya percaya wahyu akan tetapi melecehkan wahyu dalam menganalisa sejarah dengan pendekatan historis, tidaklah membedakan antara produk budaya Baniy Israil (Israiliyat), yang mempunyai akar historis, d...

Lahan Kering

Dari tahun ke tahun peminat jurusan matematika Perguruan Tinggi relatif kecil jumlahnya ketimbang jurusan yang lain. Maka timbullah kesan umum selayang pandang bahwa matematika itu kering. Benarkah kesan itu? Atau kita pinjam berondongan pertanyaan pakar matematika M. Arif Tiro dalam tulisannya yang berjudul Benarkah Matematika itu Kering? dalam harian Fajar, edisi Kamis 14 Oktober 1993: "Benarkah anggapan itu? Berapa banyak orang beranggapan demikian? Orang-orang pada tingkat apa saja yang memiliki anggapan seperti itu?" Tentu saja kesan itu tidak dapat dijawab dengan sikap black and white thinking. Terhadap matematika itu sendiri sebagai disiplin ilmu tentu tidak ada sangkut-pautnya dengan kata kering. Namun ini apabila menyangkut para pakar matematika yang mencari rezeki dalam bidangnya di negara-negara yang sedang berkembang apatah pula di negara-negara terkebelakang, maka itu ibarat petani yang mencari rezeki, berkebun di lahan kering. Adapun di negara-negara maju matema...

Teori Evolusi

Apabila teori evolusi menyangkut bumi atau benda-benda langit yang lain misalnya, tidak ada masalah. Akan tetapi apabila menyangkut dunia binatang barulah ada masalah. Mengapa? Teori evolusi mengatakan bahwa binatang bersel satu sebagai awal evolusi dan manusia sebagai akhir evolusi. Bagaimana mungkin evolusi menyangkut manusia itu dapat diterima, jika diperhadapkan pada kejadian Hawa dari tulang rusuk Adam. Lagi pula dalam S.Al Baqarah 35 dapat kita baca: Wa qulna ya adamu skun anta wa zawjuka ljannata wa kula minha raghadan haytsu syi'tuma,... dan Kufirmankan ya Adam tinggallah engkau dan pasanganmu dalam jannah dan makanlah yang ada di dalamnya buah-buahan, bersenang-senanglah sekehendakmu berdua,...Kalau Adam dan Hawa diciptakan dalam jannah, bagaimana mungkin proses evolusi itu menjangkau ke sana? Secara common sence teori evolusi ini menghina manusia yang diciptakan Allah sebaik-baik kejadian. Sampai hatilah Darwin mengatakan bahwa manusia itu berasal dari monyet. Itu menghin...

Arus Informasi Tentang Isu Demokrasi, Fundamentalisme dan Terrorisme Antara Prasangka, Teori dan yang Empiris

Masih ingat ancaman Presiden Bosnia Alija Izetbegovic beberapa waktu yang lalu? Jika dunia internasional meninggalkannya sendirian melawan Serbia dan Kroasia, ia akan melancarkan terrorisme di Eropa bahkan di mana saja. Pengungsi Bosnia yang ditaksir sekitar 2,5 juta yang tersebar di Eropa memang sangat potensial untuk itu. Rupanya ancaman Alija ini ada juga hasilnya. Sejak itu negara-negara Eoropa yang enggan mendukung Clinton untuk bertindak keras terhadap Serbia, mulai serius. NATO sudah mau juga bertindak keras. Namun bukan itu yang menjadi pokok pembicaraan, melainkan dari segi informasi. Tata-komunikasi barat ibarat santet yang tukang sirap berita, menyebabkan para konsumen berita terpukau olehnya, lalu melahap bulat-bulat istilah terrorisme dalam berita itu. Kita tidak percaya bahwa Alija akan mempergunakan isilah terrorisme itu. Arus informasi yang didominasi oleh tata-komunikasi barat yang memiliki sarana, peralatan dan jaringan organisasi yang unggul, hampir berhasil membentu...