Ajaran Ibnu Arabi yang sangat menyimpang
dari Islam itu banyak mempengaruhi ummat Islam. satu segi karena
syair-syair bahkan kata-kata yang dituduhkan sebagai Hadits (padahal palsu)
dibuat dengan ungkapan yang mudah dihafal dan enak didengar. Segi yang lain,
karena ummat Islam merasa perlu menghormati Nabi SAW sedemikian rupa,
sedangkan syair-syair dan adat yang disebarkan justru banyak yang berbau ajaran
tasawwuf model Ibnu Arabi.
Jauhnya kesesatan aqidah
akibat tersebarnya faham Ibnu Arabi itu bukan hanya melanda ummat Islam awam,
namun sampai ke orang yang disebut cendekiawan Muslim. Hingga seorang DR
Nurcholish Madjid ketua Yayasan Wakaf Paramadina di Jakarta pernah
mengemukakan pendapat, mengutip Ibnu Arabi, hingga mendapat tanggapan keras
dari ummat Islam.
Dr. Nurcholish Majid
menjawab pertanyaan pada Pengajian "Paramadina" di Kebayoran Baru tanggal
23 Januari 1987. Pertanyaan Lukman berbunyi: "Salahkah Iblis, karena dia
tidak mau sujud kepada Adam, ketika Allah menyuruhnya. Bukankah sujud hanya
boleh kepada Allah?"
Dr Nurchalish Madjid,
yang memimpin pengajian itu, menjawab --secara sambil lalu-- dengan satu
kutipan dari pendapat Ibnu Arabi, dari salah satu majalah yang terbit di
Damascus, Syria bahwa:
"Iblis kelak akan masuk
syurga, bahkan di tempat yang tertinggi karena dia tidak mau sujud kecuali
kepada Allah saja, dan inilah tauhid yang murni."
DR Nurchalish Madjid
tidak memberi komentar apa-apa, setuju atau tidaknya dia sendiri, dengan
ucapan Ibnu Arabi itu, tidak pula diterangkannya, siapa Ibnu Arabi itu.
(Yayasan Islam Al-Qalam Ma'had Ad-Diraasaatil Islamiyyah Jakarta, Jawaban
Tuntas untuk Dr Nurchalish Madjid tentang Ibnu Arabi dan Syetan Masuk Syurga,
1407H, hal 1).
Selanjutnya, Ma'had itu
menjelaskan duduk soal kesesatan Ibnu Arabi, dan sejumlah ulama yang telah
mengkafirkan, atau memurtadkannya, akibat tulisan-tulisan Ibnu Arabi yang
sangat bertentangan dengan aqidah Islam.
Ibnu Arabi dan
pokok-pokok ajaran sesatnya
Ibnu Arabi, nama
lengkapnya Abu Bakar Muhammad ibn Ali Muhyiddin Al-Hatimi at-Thai
al-Andalusi, dikenal dengan Ibnu Arabi (bukan Ibnul Arabi yang ahli
tafsir). Ibnu Arabi ini dianggap sebagai tokoh tasawwuf falsafi, lahir di
Murcia Spanyol, 17 Ramadhan 560 H/ 28 Juli 1165M, dan mati di Damaskus,
Rabi'uts Tsani 638H/ Oktober 1240M.
Inti ajarannya
didasarkan atas teori wihdatul wujud (manunggaling kawula Gusti/menyatunya
makhluk dengan Tuhan) yang menghasilkan wihdatul adyan (kesatuan agama, tauhid
maupun syirik) sebagai hasil dari gabungan teori-teori al-ittihad
(manunggal, melebur jadi satu antara si orang sufi dan Tuhan) dengan mengadakan
al-ittishal atau emanasi. Atau sebagai hasil dari gabungan pemikiran tentang
teori Nur Muhammadi (yang pertama kali diciptakan adalah Nur Muhammad, kemudian
dari Nur Muhammad itu diciptakan makhluk-makhluk lain) dari Al-Khaliq dengan
pemikiran Al-Aqlu al-awwal (akal pertama) --seperti telah diterangkan pada bab
Nur Muhammad atau Hakekat Muhammad tersebut di atas--. Ibnu Arabi banyak
dipengaruhi oleh filsafat Masehi atau Nasrani.
Berikut ini ringkasan
pandangan Ibnu Arabi yang nyata-nyata bertentangan dengan Islam, diringkas
oleh Yayasan Islam Al-Qalam, satu induk dengan LPPI (Lembaga Pengkajian dan
Pengembangan Islam) yang banyak menyoroti aliran-aliran sesat.
Pandangan Ibnu Arabi
berkisar pada:
- Berusaha
menghancurkan/ membatalkan agama dari dasarnya.
- Semua orang berada
pada As-Shirath Al-Mustaqim (jalan lurus).
- Wa'ied (janji) dari
Allah tidak ada sama sekali.
- Khatim al-Awliya'
(penutup para wali) lebih tinggi daripada Khatim Al-Anbiya' (penutup para
nabi), karena wilayah (kewalian) lebih tinggi daripada Nubuwwah
(kenabian).
Ibnu Arabi banyak
mengarang buku untuk menyiarkan ajaran-ajaran dan pendapatnya. Bukunya yang
paling terkenal adalah al-Futuhat al-Makkiyyah dan Fushul Al-Hukm.
Sorotan tajam terhadap
pendapat Ibnu Arabi telah dilakukan oleh para ulama dan dituangkan dalam
tulisan yang cukup mudah dideteksi tentang penyelewengan yang disebarkan Ibnu
Arabi itu. Di antara pendapat dari Ibnu Arabi dan pengikut-pengikutnya
adalah:
- Wali lebih tinggi dari
nabi (Masra' At-Tasawwuf, 22).
- Untuk sampai kepada
Allah, tidak perlu mengikuti ajaran para nabi (syara'), (Masra' At-Tasawwuf,
20).
- Semua ini adalah
Allah, tidak ada nabi/rasul atau malaikat. Allah adalah manusia besar. ( Fushush
Al-Hukm, 48, Masra' At-Tasawwuf, 38).
- Tidak sah khilafah
kecuali kepada insan kamil.
- Allah membutuhkan
pertolongan makhluk. (Fushush Al-Hukm, 58-59).
- Nabi Nuh as. termasuk
orang kafir (Masra' at-Tasawwuf, 46-47).
- Da'wah kepada Allah
adalah tipu daya. (Fushush Al-Hukm, 772/Masra' At-tasawwuf, 66).
- Al-haq adalah
al-khalq/ makhluq (Masra' At-Tasawwuf, 62).
- Hukum alam adalah
Allah itu sendiri. (Masra' At-Tasawwuf, 70).
- Hamba adalah Tuhan.
(Fushush Al-Hukm, 92-93; Masra' at-Tasawwuf, 75).
- Neraka adalah surga
itu sendiri. (Fushush Al-Hukm, 93-94).
- Al-Quran mempunyai dua
arti, lahir dan batin.
- Dalam anggapan Ibnu
Arabi, dia berkumpul dengan para nabi.
- Perbuatan hamba adalah
perbuatan Allah itu sendiri. (Fushush Al-Hukm, 143).
- Ad-dhal (orang yang
sesat) adalah al-muhtadi (orang yang mendapat petunjuk), al-kafir adalah
al-mu'min. (Masra' at-Tasawwuf, 108).
- Hawa nafsu adalah
tuhan terbesar.
- Fir'aun adalah mukmin
dan terbebas dari siksa neraka. (Fushush Al-Hukm, 181; Masra' At-Tasawwuf,
111).
- Wanita adalah tuhan.
(Fushush Al-Hukm, 216; Masra' at-tasawwuf, 143).
- Hakekat ketuhanan
tampak jelas dan utuh pada nabi-nabi as.
- Fir'aun adalah tuhan
Musa. (Fushush Al-Hukm, 209; Masra' at-Tasawwuf, 122).
Setelah mengemukakan
pendapat-pendapat Ibnu Arabi tersebut, yayasan Al-Qalam yang membantah Dr
Nurchalish Madjid lewat risalah kecil itu berkomentar: "Demikianlah
pendapat-pendapat Ibnu Arabi dan pengikut-pengikutnya yang kacau balau, dan
jelas bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah, bertebaran dalam kitab-kitab
yang mereka tulis." (Jawaban Tuntas untuk Dr Nurchalish Madjid, hal
4).
Semua pendapat yang
kacau balau dari Ibnu Arabi itu, menurut Yayasan Al-Qalam, tampak jelas pada
tulisan-tulisan atau syair-syair yang tercantum dalam kitab-kitab yang
ditulis oleh Ibnu Arabi dan pengikut-pengikutnya antara lain Ibnu
Faridh.
Menurut pengakuan Ibnu
Arabi, kitab Futuhat al-Makiyyah adalah Imla' (dikte) langsung dari Allah SWT
kepadanya. Sementara itu Kitab Fushul Al-Hukm karangan Ibnu Arabi pula adalah
pemberian langsung dari Rasulullah saw. kepadanya. (Ensyclopedi Britanica:
12/33). Padahal, jarak waktunya sangat jauh. Rasulullah saw. wafat abad ke
tujuh Masehi, sedang Ibnu Arabi hidup pada abad ke 13 Masehi.
Banyak ulama yang
mengkafirkan Ibnu Arabi
Selanjutnya, risalah
Jawaban Tuntas untuk Dr Nurchalish Madjid menjelaskan: Karena pendapat-pendapat
Ibnu Arabi (yang bertentangan dengan Islam) ini, maka banyak ulama yang
mengkufurkan atau mengilhadkannya atau menghukumi murtad, walaupun ada
sebagian kecil yang menerima pendapatnya bahkan menyiarkannya.
Disebutkan dalam
daftar, ada 37 ulama yang mengkafirkan atau memurtadkan Ibnu Arabi.
Di antara ulama yang
yang menghukumi Ibnu Arabi menjadi kafir, mulhid atau murtad adalah:
1. Ibnu Sayyid An-Nas
(wafat 734H).
2. Ibnu Daqieq Al- 'Ied (w 702H).
3. Ibnu Taimiyyah (w 728H).
4. Ibnu Al-Qayyim Al-Jauzi (w 751H).
5. Qadhi 'Iyyadh (w 744H).
6. Al-'Iraqi (w 826H).
7. Ibnu hajar Al-'Asqalani (w 852H).
8. Alauddin al-Bukhari.
9. Abu Zur'ah.
10. Al-Udhd (w 757H).
11. Al-Jurjani (w 814H).
12. At-Taftazani (w 792H).
13. Muhammad ibnu Ali bin Yaqub (w 814H).
14. Abi Hayyan (w 654H).
15. Taqiyuddin As-Subqi
16. Isa Ibnu Mas'ud Az-Zawawi (w 743H).
17. Ali Ibnu Yaqub Al-Bakri
18. Al-Baalisi (w 829H).
19. Ibnu Nuqas (w 763H).
20. Ibnu Hisyam (w 761H).
21. Syamsuddin Ibnu Muhammad Al-Aizari.
22. Lisanuddin Ibnul Khatib (w 766H).
23. Muhammad Ibnu Ahmad al-Bishati.
24. Ibnu Khayyath (w 811H).
25. Ismail Ibn Abi Bakri Al-Muqri (w 875H).
26. Izzuddin Ibn Abdissalam (w 660H).
27. Ibrahim Ibnu daud Al-'Amidi (w 797H).
28. Abu Bakar Ibnu 'Ashim Al-Kinani.
29. Sulaiman Ibnu Yusuf Al-Yusufi (w 739H).
30. Ali Ibnu Abdillah Al-Ardabili (w 746H).
31. Musa Ibnu Muhammad Al-Anshari (w 803H).
32. Burhanuddin Al-Biqa'i (w 858H).
33. Ibnu Khaldun (w 808H).
34. An-Nawawi (w 676H).
35. Az-Zahabi (w 748H).
36. Al-Bulqini (w 805H).
37. Al-Maushili.
2. Ibnu Daqieq Al- 'Ied (w 702H).
3. Ibnu Taimiyyah (w 728H).
4. Ibnu Al-Qayyim Al-Jauzi (w 751H).
5. Qadhi 'Iyyadh (w 744H).
6. Al-'Iraqi (w 826H).
7. Ibnu hajar Al-'Asqalani (w 852H).
8. Alauddin al-Bukhari.
9. Abu Zur'ah.
10. Al-Udhd (w 757H).
11. Al-Jurjani (w 814H).
12. At-Taftazani (w 792H).
13. Muhammad ibnu Ali bin Yaqub (w 814H).
14. Abi Hayyan (w 654H).
15. Taqiyuddin As-Subqi
16. Isa Ibnu Mas'ud Az-Zawawi (w 743H).
17. Ali Ibnu Yaqub Al-Bakri
18. Al-Baalisi (w 829H).
19. Ibnu Nuqas (w 763H).
20. Ibnu Hisyam (w 761H).
21. Syamsuddin Ibnu Muhammad Al-Aizari.
22. Lisanuddin Ibnul Khatib (w 766H).
23. Muhammad Ibnu Ahmad al-Bishati.
24. Ibnu Khayyath (w 811H).
25. Ismail Ibn Abi Bakri Al-Muqri (w 875H).
26. Izzuddin Ibn Abdissalam (w 660H).
27. Ibrahim Ibnu daud Al-'Amidi (w 797H).
28. Abu Bakar Ibnu 'Ashim Al-Kinani.
29. Sulaiman Ibnu Yusuf Al-Yusufi (w 739H).
30. Ali Ibnu Abdillah Al-Ardabili (w 746H).
31. Musa Ibnu Muhammad Al-Anshari (w 803H).
32. Burhanuddin Al-Biqa'i (w 858H).
33. Ibnu Khaldun (w 808H).
34. An-Nawawi (w 676H).
35. Az-Zahabi (w 748H).
36. Al-Bulqini (w 805H).
37. Al-Maushili.
Dari nama mereka di
atas ini, jelas mereka adalah merupakan imam-imam dunia dan merupakan
panutan dari ummat Islam, dan mereka ini merupakan tokoh-tokoh ulama dari
segala cabang ilmu islamy: 'Aqidah, tasawwuf, Hadits, Ushul Fiqh, Sejarah
ketatanegaraan, Sosiologi dan lain-lain. (Jawaban Tuntas untuk Dr Nurcholish
Madjid, hal 6).
Cukup jelas, sejumlah
ulama tingkat dunia telah mengkafirkan Ibnu Arabi karena pendapat-pendapatnya
dalam buku-bukunya bertentangan dengan aqidah Islam. Sayang sekali, ummat
Islam masih banyak yang aqidahnya tercemar oleh faham sufi falsafi model Ibnu
Arabi. Hingga ketika penulis menjelaskan masalah sesatnya faham Nur Muhammadi
kepada jama'ah masjid dalam pengajian, ternyata mereka bermuka merah sambil
ada yang berkata bahwa banyak orang yang mempercayai Nur Muhammad memang
ciptaan awal makhluk. Kemudian mereka baru bisa memahami, bila ungkapan Hadits
palsu Laulaaka laulaaka lama khalaqtul aflaak, (seandainya bukan karena kamu
(muhammad), seandainya bukan karena kamu (Muhammad), pasti aku tidak
menciptakan seluruh alam); itu artinya Allah terikat dengan makhluk. Itu aqidah
yang salah. Karena Allah tidak terikat oleh siapapun. Dia Maha Mutlak, tidak
terikat.
Tasawuf Belitan Iblis
- H Hartono Ahmad Jaiz –
Kunjungi juga:

Komentar
Posting Komentar