MENJELANG akhir tahun 1993 pada permukaan bola dunia (globe) di mana-mana banjir. Betapa tak berdayanya kebudayaan manusia dengan teknologinya yang canggih itu terhadap banjir. Sungai melimpah, bendungan bobol, air menerjang tanpa ampun mendera bangunan bergelimpangan, menyapu menggenangi daerah Sejauh mata memandang. Pupuslah sudah jerih payah para pemikir, para perencana dan para pelaksana pembangunan, yang diupayakan bertahun tahun sebelumnya. Bangunan-bangunan itu telah remuk berserakan secara acak menjadi puing puing, bungkahan, serpihan dan sampah. Itu baru banjir, belum lagi kekeringan yang menghanguskan, belum lagi gempa yang merontokkan, belum lagi angin ribut, topan, angin puting beliung yang mengobrak, menerbangkan, memuntir. Mengapa jauh-jauh sebelumnya para pemikir dan para perencana itu tidak mengumpul data sebanyak-banyaknya supaya dapat mengantisipasi dan mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi banjir itu? Ilmu Pengetahuan tentang cuaca yang datanya hanya seba...