Langsung ke konten utama

Persaudaraan, antara Ajaran dengan Praktek

Kita mulai dengan pembicaraan mengenai persaudaraan ini dengan cerita Mahabharata, yang sementara ini ditayangkan oleh TPI. Dalam cerita itu yang konon karya dari Walmiki, dipertentangkanlah oleh Walmiki antara persaudaraan dengan kebenaran. Dalam diri Karna terjadi konflik antara rasa persaudaraan dengan kebenaran. Karna tidak dapat melepaskan diri dari ikatan persaudaraan dengan Duryudana. Fasalnya pada waktu semua orang melecehkan Karna, hanya Duryudanalah seorang yang mengangkatnya dari kehinaan. Inilah yang tak dapat dilupakan oleh Karna, sehingga rasa persaudaraan dengan Duryudana itu tidak mungkin dapat ditebus oleh apapun juga. Sedangkan dipihak lain Karna menyadari benar bahwa itu bertentangan dengan kebenaran. Yaitu berperang melawan kelima adiknya, yang juga Karna mengakui itu dalam hati nuraninya bahwa kelima adiknya itu berada di pihak yang benar. Dalam konflik kejiwaan itu Karna memilih persaudaraan dan melecehkan kebenaran.

Persaudaraan termasuk dalam salah satu semboyan Revolusi Perancis, liberte, egalite et fraternite, kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan. Trilogi semboyan Revolusi Perancis itu kemudian menjadi berkeping-keping, karena tidak diikat oleh kebenaran. Revolusi itu berwujud terror yang mencapai puncaknya di tangan Robespierre. Banyak yang menemui ajalnya dipenggal oleh Madame de Guillotine, termasuk Maria Antoinette, bahkan termasuk Robespierre sendiri. Kemudian dalam perjalanan sejarah liberte itu menjadi dasar semacam pandangan hidup yang kita kenal dengan liberalisme, yang dalam bentuknya yang extrem berwujud Free Fight Liberalism, dioperasionalkan dalam kancah ekonomi, yang seirama dengan teori mekanisme evolusi Darwin, the survival of the fittest, yang dalam bidang eknomi teraplikasi menjadi perusahaan yang paling unggul, akan bertahan hidup, yang secara umum dikenal dengan hukum rimba, yang oleh nenek moyangkita etnik Bugis Makassar dikenal dengan paruntuq kana (peribahasa): Assianre bale (Bugis), assikanre jukuq (Makassar) yang artinya saling memangsa seperti ikan. Jadi bukan hukum rimba, melainkan hukum di dalam laut, maklumlah nenek moyang kita itu pelaut yang berkecimpung di laut, menjelajah ke Barat, yang menidirikan koloni yang dinamakan oleh mereka itu: Tana Nario, di Madagaskar. (Tana = negeri, rio = mandi). Tananario was corrupted into Tananariveh.

Setelah kita bicara berteori ataupun ajaran tentang persaudaraan kita sekarang akan membicarakan prakteknya. Bagaimana kita mempraktekkan nilai-nilai yang islamiyah (Al Furqan) dalam kehidupan kita sehari-hari, itulah salah satu hikmah dari ibadah Haji. Al Furqan, Nilai-nilai Islamiyah mengenai ajaran tentang persaudaraan, kesabaran dan ajaran Al Furqan yang lain yang menyangkut akhlaq dipraktekkanlah pada waktu melaksanakan ibadah haji, untuk dapat mencapai haji mabrur. Berikut ini akan disajikan pengalaman pribadi saya sewaktu melaksanakan ibadah haji menyangkut praktek dari ajaran akhlaq mengenai nilai persaudaraan itu.

Pada waktu kejadian itu saya di alMasjid alHaram sedang menunggu waktu shalat zhuhur. Tidak lama sesudah duduk datanglah serombongan jama'ah dari Turki. Itu kentara dari panji yang dipegang salah seorang di antara mereka. Ujung paling kanan dari saf mereka itu duduk tepat di sebelah kiri saya. Setelah duduk sebagaimana lazimnya ia menyodorkan tangan untuk berjabat tangan. Di Masjidi lHaram tidak ada shalat sunnat Tahiyatu lMasjid. Untuk menghormati Masjidi lHaram bukan dengan shalat sunnat, melainkan dengan tawaf. Setelah berjabat tangan mulailah sedikit tegur sapa. Ia bertanya: "Min ayna bilad, min Bakistan?". Dikiranya saya dari Pakistan, barangkali karena melihat songkok saya, yang mirip-mirip dengan songkok orang Pakistan, kemudian kulit saya berwarna gelap seperti orang Pakistan. Waktu itu saya telah umrah, dalam rangka haji tamattu', sudah tahallul, tidak berpakaian ihram lagi, jadi saya pakai songkok. Lalu saya jawab singkat: "La, min Indonesia".

Kemudian dari ujung paling kiri rombongan dari Turki itu saya lihat secara estafet disodorkan sebuah kantong kulit berisi air. Itu artinya rombongan Turki ini dari Anatolia, bukan dari Turki Eropah. Secara bergiliran anggota rombongan itu minum air dari kantong kulit itu. Agar air tidak tumpah ke lantai masjid, ujung kantong itu yang besarnya tepat-tepat dapat masuk ke dalam mulut itu, lenyap ke dalam mulut masing-masing yang sedang minum. Akhirnya kantong kulit itu tiba di tangan anggota rombongan yang bertegur sapa dengan saya itu. Kantong kulit itu disodorkannya pada saya juga. Nah, ini dia, pikir saya dalam hati. Tidak boleh merusak Ukhuwwah Islamiyah. Ayuh, praktekkan nilai itu, kata nurani saya. Dengan perasaan jijik saya terima kantong kulit itu. Bau kulit yang kurang sedap menusuk hidung. Masih dalam rasa jijik saya bertatap mata dengannya. Dari matanya saya lihat pancaran keikhlasan yang sangat jernih. Walaupun terjadinya hanya sejenak, pancaran mata yang bergitu ikhlas, begitu tulus, menghapuskan rasa jijik saya, bau pengap kantong kulit tidak lagi dirasakan oleh pengindera bau saya, terasa kesejukan dalam hati nurani saya, getaran Ukhuwwah Islamiyah merasuk kesadaran saya. Dengan mata yang basah berkaca-kaca, saya benamkan mulut kantong kulit itu kedalam mulut saya, langsung say reguk air dari kantong kulit itu dan nikmat sekali rasanya, membawa rasa segar dan sejuk. Inilah salah satu pengalaman saya dalam operasionalisasi nilai universal dalam ibadah haji yang tak mungkin saya lupakan. Kepada para jama'ah yang berangkat ke Tanah Suci, saya ucapkan selamat menunaikan ibadah haji, selamat mengoperasionalkan, mempraktekkan nilai-nilai universal, mudah-mudahan menjadi haji yang mabrur, amin. WaLlahu a'lamu bishshawab.

*** Makassar, 2 Mei 1993 [H.Muh.Nur Abdurrahman]



KUMPULAN TULISAN H.M. NUR ABDURRAHMAN
(Dari Kolom Tetap Harian FAJAR bertajuk "Wahyu dan Akal - Iman dan Ilmu")

Kunjungi juga:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Halo Sobat BerikutIni Cara Memasang Pakaian Ihram bagi Laki-Laki dan Wanita

Ihram merupakan letak seseorang yang selepas beniat menurut menganalogikan ibadah haji dan atau umrah. Mereka yang melangsungkan ihram disebut seraya nama tunggal "muhrim" dan konvensional "muhrimun". sosok jamaah haji dan umrah harus menjalankannya sebelum di miqat dan diakhiri sambil tahallul. Baca juga: umroh murah costum ihram yang digunakan merupakan seragam kalis yang kagak boleh dijahit (bagi pria) dan disunnahkan berona putih. melalui mengenakan baju ihram ini penting membubuhi (cap) dimulainya ibadah haji atau umrah sejak dari miqatnya. seterusnya aturan mengenakan setelan ihram: BAGI putra: busana ihram tenang pria terdiri dari dua carik kain, satu keping melingkari awak dari pinggang hingga di kecil lutut dan sehelai juga diselempangkan start dari bahu kiri ke kolong ketiak kanan. Selengkapnya mampu dilihat lega gambar: 1.Pilihlah satu keping kain yang makin panjang perlu dipakai di potongan rendah komite 2.Bentangkan letak kedua kaki, kemudian sarungkan...

8 Jenis Bahan Kain Untuk Membuat jaket pria

Jaket yaitu pakaian fesyen luar yang panjang lazimnya takat pinggang atau pinggul, gunanya demi menahan angin dan menghangatkan batang tubuh tatkala keadaan dingin. Model Jacket untuk adam dan perempuan lazimnya senjang, lebih-lebih dari seleksian warna, tipe dan alirannya.Jacket sama dengan seragam luar yang panjang umumnya tumpu pinggang atau pinggul, utilitasnya untuk menahan angin dan menghangatkan jasmani saat situasi dingin. Model Jakcet menjumpai adam dan perempuan biasanya divergen, teristimewa dari seleksian warna, sikap tubuh dan coraknya. Hampir seluruhnya Jacket menyedot bukaan plus resleting atau kancing pada biro front yang terpasang dari leher hingga ujung bawahnya. tetapi, ada beberapa Jacket agak yang tidak ada bukaan pada patahan depannya. Selain modelnya, keluarga bakal kain yang dipakai demi pembuatan Jaket jua beraneka jenis. Mulai dari petunjuk Jakcet yang tipis dan tebal, ada saja yang anti air dan angin, maka informasi Jaket dari kulit alami. Tapi tidak semua ra...

8 Jenis Bahan Kain Untuk Membuat jaket columbia

Jaket sama dengan baju luar yang panjang lazimnya senggat pinggang atau pinggul, faedahnya sepanjang menahan angin dan menghangatkan tubuh demi cuaca dingin. Model Jaket selama laki-laki dan perempuan rata-rata terpaut, lebih-lebih dari sortiran warna, corak dan wujudnya.Jacket merupakan seragam luar yang panjang kebanyakan takat pinggang atau pinggul, gunanya bagi menahan angin dan menghangatkan rangka detik iklim dingin. Model Jaket demi lanang dan perempuan biasanya bertentangan, terutama dari seleksian warna, seksi dan tataannya. Hampir sekotah Jakcet menyedot bukaan beserta resleting atau kancing pada ransum hadapan yang terpatok dari leher batas ujung bawahnya. Namun, ada sejumlah Jakcet pun yang tidak ada bukaan pada sibiran permulaannya. Selain modelnya, klasifikasi serpihan kayu kain yang dipakai menjumpai pembuatan Jakcet pun beraneka elok. Mulai dari bulan-bulanan Jakcet yang tipis dan tebal, ada juga yang anti air dan angin, takat materi Jacket dari kulit alami. Tapi tidak ...